Jumat, 02 Januari 2026

Batang Kuranji

Administrator
Senin, 08 Desember 2025 00:37 WIB
Batang Kuranji
ist
Batang Kuranji

Oleh: Dahlan Iskan

Jumat legi 05-12-2025

--

Kalau di Sumut ada persoalan di DAS sungai Batang Toru, di Sumbar ada masalah yang sama: di DAS sungai Batang Kuranji.

Sungai Batang Kuranji juga pendek. Lebih pendek dari Batang Toru. Hanya 34 km. Tipe sungai yang mengalir ke Samudera Hindia tidak ada yang panjang. Hulu mereka sama: pegunungan bukit barisan.

Maka sungai Batang Kuranji juga sangat terjal. Aliran airnya deras. Berbahaya. Setiap banjir, banjirnya bandang. Padahal muara sungainya di kota Padang yang padat penduduk.

Sudah sering ada jembatan hanyut di sepanjang Batang Kuranji. Tapi di banjir bandang akhir November lalu yang hanyut bukan hanya jembatan. Yang hanyut adalah kampung. Yakni kampung Batu Busuk. Tidak jauh dari Kampus Universitas Andalas.

Karena dekat kampus, banyak sekali bangunan kos-kosan di kampung itu. Semua diterabas banjir bandang. Airnya tercampur potongan kayu –termasuk kayu gelondongan.

Tadi malam saya bersama Agus Salman di Jakarta. Ia orang dari kampung sebelah Batu Busuk: Koto Tuo. Istrinya masih tinggal di sana. Waktu hujan turun sudah lebih tiga hari sang istri meneleponnya: "ini hujan tidak berhenti-henti". Ketika banjir bandang melanda Batu Busuk, sang istri terus memberi tahu soal bencana di kampung itu.

Sungai Batang Kuranji pun kini berubah di hilirnya. Di Batu Busuk. Di kota Padang. Akibat banjir bandang, sungai itu lebarnya menjadi bertambah-tambah. Kini menjadi sekitar 100 meter –dari awalnya sekitar 20 meter. Sudah sulit membedakan mana sungai mana daratan.

Memang sebelum banjir bandang pun dasar sungai itu sudah nyaris sejajar dengan tanah kampung kanan-kirinya. "Waktu saya kecil sungai ini dalam sekali. Saya bisa terjun bebas dari atas jembatannya," ujar Agus yang kini berumur 50 tahun.

Lahar gunung Merapi terus terbawa hujan ke sungai itu. Pasirnya ikut mengalir di Batang Kuranji. Membuat sungai kian dangkal. Akhirnya rata dengan tanah kanan-kirinya.

Gunung Merapi memang masih aktif. Ini berbeda dengan gunung di Hulu Batang Toru.

Pemerintah sudah merencanakan membangun dam-dam penahan lahar itu. Tapi baru satu yang sudah terwujud. Yang enam berikutnya masih dalam rencana jangka pendek.

Tapi banjir bandang seperti tahu ada rencana itu. Lalu mendahuluinya. Akibatnya begitu parah. Korban terbanyak di Sumbar ada di DAS sungai Batang Kuranji ini.

Saat menghadiri Disway Awards di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City kemarin, Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin saya minta memimpin doa untuk korban bencana Sumatera. Sultan orang Sumatera. Ayah-bundanya Minang-Bengkulu.

Sultan adalah orang yang mensponsori RUU perubahan iklim di Indonesia. RUU itu sudah masuk Prolegnas, tapi masih harus antre panjang di DPR. Seolah banjir bandang juga tahu ada RUU itu lalu mendahuluinya.

Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar begitu besarnya. Hari-hari ini banjir itu sudah surut –jangan-jangan begitu juga semangat mempersoalkan penyebabnya. (Dahlan Iskan)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kades Batang Onang Baru Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp536 Juta

Kades Batang Onang Baru Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp536 Juta

Sungai di Samping Jalan Muspika Batang Kuis Dipenuhi Sampah, Warga Resah

Sungai di Samping Jalan Muspika Batang Kuis Dipenuhi Sampah, Warga Resah

IWBKB Dideklarasikan, Wartawan di Batang Kuis Siap Jadi Mitra Sosial Kontrol Pembangunan

IWBKB Dideklarasikan, Wartawan di Batang Kuis Siap Jadi Mitra Sosial Kontrol Pembangunan

Pelantikan IKBN-DAB Periode 2025–2029: Momentum Penguatan Silaturahmi Warga Batang Natal

Pelantikan IKBN-DAB Periode 2025–2029: Momentum Penguatan Silaturahmi Warga Batang Natal

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Pasar Batang Kuis, Deli Serdang

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Pasar Batang Kuis, Deli Serdang

KEBAKARAN MELANDA RUMAH WARGA DI BATANG KUIS, KERUGIAN CAPAI 50 JUTA RUPIAH

KEBAKARAN MELANDA RUMAH WARGA DI BATANG KUIS, KERUGIAN CAPAI 50 JUTA RUPIAH

Komentar
Berita Terbaru