Jumat, 02 Januari 2026

Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution: Kalau Pertahanan Pangan Kita Kuat, Maka Ekonomi Kita Mapan

Administrator
Minggu, 24 Agustus 2025 22:23 WIB
Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution: Kalau Pertahanan Pangan Kita Kuat, Maka Ekonomi Kita Mapan
Istimewa

Sukabumi - Ketua Satgas Nasional Himpunan Masyarakat Tani Indonesia (HMTN-MP) Budi Ilham Nasution mengatakan, gebrakan yang dilakukan oleh pemerintah Sukabumi melaksanakan tanam jagung merupakan motivasi. Motivasi tingkat tinggi, mandiri dan antara masyarakat, instansi terkait saling bersinergi dengan pemerintah.

Artinya komunikasi ini harus terus berjalan. Apalagi kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres yang diwakili oleh Kapolsek, Dandim dan pemerintah bagaimana agar gebrakan program tanam jagung ini terus ditingkatkan dan kerjasama yang baik dengan pemerintah agar bisa pembangunan dan kesejahteraan masyarakat petani akan lebih baik, kata Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution didampingi Ketum HMTN-MP Asril Aska, Dandim Sukabumi dan Juga Kapolsek Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (24/8/2025) dihadapan masyarakat Petani usai melakukan penanaman jagung .

"Kalau Pertahanan Pangan Kita Kuat, Maka Ekonomi Kita Mapan. Ekonomi yang kuat pastinya masyarakatnya juga sejahtera," tegas Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution.

Lebih lanjut dijelaskan Ketua Satgas, persoalan kesejahteraan kepada masyarakat itu yang paling utama dan diutamakan. Dalam hal ini Pemerintah bukan tidak mampu, atau kami dari HMTN-MP juga bukan tidak mampu. Semuanya mampu, kalau kita bekerjasama dengan baik, membuat satu laporan yang terbaik, dan kami menelitinya dengan baik. Kenapa? Karena, situasi pangan yang terjadi sekarang ini sifatnya hanya satu. Yaitu gebrakan yang dilakukan Sukabumi ini kan motivasi, motivasi tingkat tinggi, mandiri dan saling bersinergi dengan pemerintah, penuh dengan kehatian-kehatian itu tidak perlu ditakutkan.

"Artinya komunikasi harus berjalan adanya kerjasama tingkat tinggi kita di dalam pemerintahan bagaimana membangun kekuatan di dalam pangan untuk Republik. Apalagi Sukabumi yang kami datangi ini.

Jadi kita sudah kasih contoh yang terbaik tadi. Begitu dia geluh, kita sambut. Udah, begitu nanti geluh, kita sambut. Kenapa kita mampu untuk menyambut itu? Karena kita punya kemampuan untuk memotivasi bahwa masyarakat yang perlu dibantu, ya kita bantu," ujar Ketua Satgas Nasional HMTN-MP yang akrab disapa dengan bang Budi.

Dikatakan bang Budi, yang penting masyarakat yang luas yang banyak tadi di Sukabumi tadii intinya betul untuk ketahanan pangan. Jangan mengharapkan dia maaf cakap jangan mengharapkan tahan-tahanan.

Selama yang kita hadapi saya investigasi, saya rasa ribuan orang yang berhadapan dengan saya yang berargumentasi. Tapi dengan tenang kita menghadapi bahwa kehidupan itu adalah titisan ciptaan yang maha kuasa.

Kita saling menjaga lingkungan, lingkungan itulah yang perlu kita atasi. Tadi dapat kita lihat kalau Dandim, Kapolsek juga ikut turun menanam jagung, segala sesuatunya kita bersama-sama di lapangan, itu membuktikan. Bahwa HMTN-MP itu kerjasama di lingkungan, yang posisinya seharusnya pemerintah punya peran besar di dalam, akan tetapi, dengan keberadaan HMTN di dalam lebih besar lagi artinya pemerintah mempedulikan masyarakat di lingkungannya.

"Jadi tugas kita sebagai Satgas, apa yang dikatakan Ketum tadi. Saya akan coba bekerjasama di dalam internal, di wilayah,," terang bang Budi.

Kalau di Jawa Barat ini saya gak asing kalau untuk Jawa Barat, saya sudah cukup dikenal di Jawa Barat ini. Karena saya kenalkan aja bahwa saya pemain bola,. Jadi Jajang Nurjaman itu kawan saya main bola. Kalau dia tahu saya disini, pasti datang dari kemari.

Oleh karena itu, kita akan ber-sinergi, berjalan, membantu, melaksanakan bagaimana kemampuan kita untuk mengatasi persoalan pupuk. Itu inti utama. Inti kedua yang tadi sudah saya sebutkan, ketiga sudah saya sebutkan, apapun yang terjadi, pertahanan adalah, semuanya adalah ekonomi. Kalau ekonomi kita mapan, pertahanan pangan kita akan kuat.

Jadi jangan kita berbicara, tanah di sana seribu hektare, duitnya gak ada. Untuk apa? Mau tanam apa? Betul gak Bu? Iya, yang sekarang kita duduk bersama kan ceritanya kan itu kan?

Tanah kami banyak Pak, di mana? Gunung kan kita bisa kita hancurkan gunung gitu. Setelah hancur, mau tanam apa? Gak ada, ekonominya gak ada. Jadi kita bergabung. Bergabunglah bersama, dengan kemampuan saya, dengan Ketum, dengan Pak Dandim dengan Pak Kapolsek, kita bangun bersama mudah-mudahan ada titik terang ntuk membackup kita di ketahanan pangan ini yang sudah saya coba dan saya sudah teken MOU. Artinya pemerintah boleh memulai, kami juga boleh muliai pemerintah. Bersatu kami untuk membangun bangsa ini, akhir Ketua Satgas. Rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Satgas Pascabencana Sumatera Bentukan DPR, GREAT Institute: Kembalikan Kepercayaan Publik

Satgas Pascabencana Sumatera Bentukan DPR, GREAT Institute: Kembalikan Kepercayaan Publik

Satgas PKH Selidiki Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar: Negara Mulai Mengakui Bencana Bukan Sekadar “Takdir Alam”

Satgas PKH Selidiki Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar: Negara Mulai Mengakui Bencana Bukan Sekadar “Takdir Alam”

Urgent! DPD PDI Perjuangan Desak Penetapan Keadaan Darurat Bencana Nasional

Urgent! DPD PDI Perjuangan Desak Penetapan Keadaan Darurat Bencana Nasional

Tokoh Lintas Sumatera Minta Presiden Tetapkan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

Tokoh Lintas Sumatera Minta Presiden Tetapkan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

PB PENDAWA INDONESIA AKAN KUKUHKAN 200 ANGGOTA SATGAS SATRIA PENDAWA DI MEDAN DESEMBER 2025

PB PENDAWA INDONESIA AKAN KUKUHKAN 200 ANGGOTA SATGAS SATRIA PENDAWA DI MEDAN DESEMBER 2025

Ini Daftar 40 Nama Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Ini Daftar 40 Nama Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Komentar
Berita Terbaru