Kamis, 29 Januari 2026

Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Generasi Muda Perkuat Wawasan Kebangsaan

Administrator
Kamis, 12 September 2024 23:02 WIB
Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Generasi Muda Perkuat Wawasan Kebangsaan
Ketua MPR RI ke-16 Bambang Soesatyo.ist
JAKARTA | Halomedan.com

Ketua MPR RI ke-16 Bambang Soesatyo menuturkan dalam membina jiwa kepemimpinan, setiap mahasiswa wajib memaknai posisi strategis mahasiswa baik sebagai generasi pembelajar, generasi pejuang, maupun sebagai agen perubahan. Mahasiswa sebagai generasi pembelajar tidak cukup hanya menimba ilmu dengan membaca buku, tetapi juga harus mampu 'membaca' kehidupan. Banyak sisi-sisi kehidupan yang dapat dipelajari para mahasiswa dalam membentuk karakter kemanusiaan.

"Mahasiswa merupakan generasi pejuang. Di hadapan kalian akan terus bergulir tantangan zaman. Kehidupan kampus akan menempa kalian dengan berbagai ujian, termasuk ujian kehidupan. Jangan pernah menyerah. Karena kesuksesan kalian akan ditentukan oleh segigih apa perjuangan kalian menjawab tantangan dan ujian tersebut," ujar Bamsoet saat memberikan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru Universitas Trilogi Jakarta secara daring, Kamis (12/9/24).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini memaparkan, mahasiswa juga merupakan agen perubahan. Kedalaman pemikiran para mahasiswa akan menentukan kualitas peradaban Indonesia di masa depan. Dari karakter para mahasiswa pun akan menentukan bagaimana nasib bangsa dipertaruhkan serta akan menentukan sejauh apa capaian pembangunan.

"Sebagai generasi pembelajar, generasi pejuang, dan sebagai agen perubahan, saya berharap kalian menjadi mahasiswa-mahasiswa yang tidak sekedar memiliki kompetensi akademis. Tetapi, juga memiliki etika moral dan keteguhan karakter. Sehingga, mampu menjadi calon pemimpin masa depan yang akan mengharumkan nama almamater tercinta," kata Bamsoet.

Dosen pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan RI ( UNHAN) ini menambahkan, para mahasiswa juga perlu membangun wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan inilah yang akan menjadi benteng moral untuk menyaring arus informasi global yang bersifat merusak, mempromosikan paham-paham radikal serta nilai-nilai yang melenceng dari kearifan lokal dan jati diri bangsa.

Membangun wawasan kebangsaan bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara instan dan serta merta. Membangun wawasan kebangsaan harus dilaksanakan masif agar dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat dan mengisi setiap ruang publik. Tidak kalah penting, membangun wawasan kebangsaan harus dilaksanakan secara berkesinambungan, agar tertanam kuat, dan tidak mudah goyah oleh arus perubahan zaman.

"Idealnya, pembangunan wawasan kebangsaan harus menjadi sebuah proses yang berkesinambungan, tidak berhenti pada satu titik pencapaian. Di samping itu, pembangunan wawasan kebangsaan juga harus mendapatkan dukungan dari segenap pemangku kepentingan, khususnya pemerintah selaku penyelenggara kekuasaan negara," pungkas Bamsoet. Rel



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ketua Wali Amanat Tegaskan Integritas, Prof Muryanto Amin Resmi Dilantik Jadi Rektor USU

Ketua Wali Amanat Tegaskan Integritas, Prof Muryanto Amin Resmi Dilantik Jadi Rektor USU

Ketua Pewarta Polrestabes Medan Jalin Silaturahmi dengan Yayasan Sosial Marga Ong

Ketua Pewarta Polrestabes Medan Jalin Silaturahmi dengan Yayasan Sosial Marga Ong

Ketua SPI Sumut Tegaskan Pemeriksaan Advokat di Polrestabes Medan Masih dalam Koridor Hukum

Ketua SPI Sumut Tegaskan Pemeriksaan Advokat di Polrestabes Medan Masih dalam Koridor Hukum

Bunda PAUD Juga Ketua TP Posyandu Asahan Kunker ke PAUD dan Posyandu

Bunda PAUD Juga Ketua TP Posyandu Asahan Kunker ke PAUD dan Posyandu

Plt Ketua Golkar Sumut Tuding Kepemimpinan Ijeck Tak Mengakomodir Kader: Partai Tidak Dalam Kondisi Darurat

Plt Ketua Golkar Sumut Tuding Kepemimpinan Ijeck Tak Mengakomodir Kader: Partai Tidak Dalam Kondisi Darurat

Ketua Umum Gema Santri Nusa : Waspada Gerakan Radikal Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Apalagi Pasca Bencana

Ketua Umum Gema Santri Nusa : Waspada Gerakan Radikal Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Apalagi Pasca Bencana

Komentar
Berita Terbaru