Labuhanbatu – Seorang pria berinisial DN yang disebut-sebut sebagai bandar besar narkotika jenis sabu di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, diduga menantang awak media untuk memberitakan aktivitasnya secara luas.
Hal tersebut disampaikan R, seorang wartawan media online di Labuhanbatu, kepada sejumlah awak media, Senin (2/3/2026) di Negeri Lama.
Menurut R, beberapa hari sebelumnya ia melakukan konfirmasi melalui telepon seluler kepada DN terkait dugaan maraknya peredaran sabu di Desa Sei Tampang yang disebut berada di bawah kendalinya.
"Ketika saya konfirmasi, dia jawab begini bang, silakan kau beritakan ramai-ramai, suruh semua wartawan beritakan aku, nggak ngaruh berita wartawan itu sama aku. Sudah capek aku diberitakan, nggak direspon polisi berita kalian tentang aku," ujar R menirukan pernyataan DN.
Mendapat jawaban tersebut, R mengaku langsung mempublikasikan pemberitaan mengenai dugaan peredaran narkoba di Kecamatan Bilah Hilir yang disebut berada di bawah kendali DN.
"Aku sampaikan ini karena ini seperti tantangan buat wartawan. Kita ramaikan pemberitaannya. Kalau berita kita tidak direspons aparat penegak hukum, berarti benar kata dia, dia kuat dan kebal hukum," kata R. Ia juga menyebut nomor teleponnya kini telah diganti.
Dugaan Jaringan Peredaran
Berdasarkan keterangan sejumlah narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, peredaran narkotika yang diduga dikendalikan DN disebut meluas hingga Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, serta Dusun Sei Dondong, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah.
Sementara di wilayah Kecamatan Bilah Hilir, peredaran disebut menjangkau kawasan PMKS Perkebunan PT DLI, Sei Siarti, Perkebunan PT DLI Sei Tampang hingga Sei Deras.
"Selain di dusun-dusun yang ada di Desa Sei Tampang, anak mainnya sampai ke Desa Sidomulyo dan Desa Sei Kaseh. Dialah yang disebut-sebut sebagai bandar terbesar sabu di Bilah Hilir," ujar sumber tersebut.
Sumber itu juga menyebut adanya sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi transaksi, seperti di Dusun Sei Mambang, Dusun Sei Tampang, dan Simpang Sadane. Peredaran di titik tersebut disebut dikendalikan oleh orang kepercayaan DN.
Lebih lanjut, sumber lain mengungkapkan adanya dugaan jaringan yang lebih besar di balik aktivitas tersebut. Namun informasi itu masih sebatas keterangan narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Upaya Konfirmasi
Untuk keberimbangan pemberitaan, DN telah dihubungi melalui nomor telepon seluler yang diperoleh redaksi, namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal SH saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan.
"Terima kasih infonya, akan kita tindaklanjuti informasinya. Ini masih giat di Polres," balasnya singkat.
Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan kebenaran informasi yang beredar serta menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait hasil penyelidikan atas dugaan tersebut.rel