SAMOSIR | HALOMEDAN.COM – Upaya melestarikan warisan kuliner Batak terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk "1001 Naniura" yang digelar Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir, Jumat (30/5/2026).Dalam kegiatan tersebut, Marianna Resort berhasil mencatatkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) melalui penyajian sebanyak 1.001 hidangan Naniura, kuliner tradisional khas Batak yang kerap disebut sebagai "sashimi khas Nusantara".

Acara yang berlangsung di ballroom Marianna Resort itu dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh budaya, pelaku pariwisata, media, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
General Manager Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir, I Ketut Gunarta, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pihaknya dalam memperkenalkan kembali kekayaan budaya dan kuliner Batak kepada masyarakat luas.
"Naniura bukan hanya makanan tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Batak. Kami ingin memperkenalkan kembali kekayaan kuliner ini kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan yang datang ke Danau Toba," ujar Ketut Gunarta.
Naniura sendiri merupakan hidangan berbahan dasar ikan segar yang diolah tanpa proses memasak menggunakan api. Ikan dimatangkan dengan perasan jeruk khas Batak serta berbagai rempah tradisional yang menghasilkan cita rasa khas dan telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Batak.

Menurut Ketut, pencatatan rekor LEPRID menjadi momentum untuk memperkuat posisi Naniura sebagai salah satu kuliner tradisional Indonesia yang layak dikenal hingga tingkat internasional.
"Kami berharap Naniura tidak hanya dikenal sebagai kuliner khas Batak, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dicari wisatawan saat berkunjung ke Danau Toba dan Pulau Samosir," katanya.
Kentalnya nuansa budaya Batak sudah terasa sejak awal acara. Para tamu disambut pertunjukan musik tradisional dan tari Tor-Tor yang menampilkan kekayaan seni budaya Samosir.
Tak hanya itu, sesi Storytelling Naniura turut menjadi perhatian pengunjung. Melalui tayangan visual di videotron, para tamu diajak mengenal sejarah dan filosofi Naniura yang pada masa lampau dikenal sebagai hidangan kehormatan dalam tradisi masyarakat Batak.

Puncak acara berlangsung saat LEPRID secara resmi menetapkan rekor "1001 Naniura" dan menyerahkan sertifikat penghargaan kepada manajemen Marianna Resort di hadapan seluruh tamu undangan.
Sejumlah perwakilan pemerintah daerah yang hadir mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka menilai kolaborasi antara sektor pariwisata dan pelestarian budaya menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kekayaan tradisi Batak kepada generasi muda sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Marianna Resort juga memperkenalkan Naniura sebagai salah satu menu unggulan di restoran The Rise. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengangkat kuliner lokal ke dalam industri hospitality dan wisata gastronomi di kawasan Danau Toba.

Acara ditutup dengan makan bersama menggunakan sajian Naniura yang dinikmati seluruh tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya Batak.
Melalui kegiatan "1001 Naniura", Marianna Resort berharap kuliner khas Batak semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi daya tarik baru yang mendukung pertumbuhan pariwisata Danau Toba dan Pulau Samosir.
(ril)