Medan | Upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Umum Gema Santri Nusa,
Kyai Haji Akhmad Khambali, menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas Kapolrestabes Medan dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kota Medan.
Menurut
Kyai Khambali, narkoba merupakan ancaman serius bagi ketahanan nasional, terutama di wilayah Sumatera Utara yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat peredaran narkoba cukup tinggi.
"Narkoba merupakan fenomena multidimensi yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, hukum, sosial hingga ekonomi," ujar
Kyai Khambali di Medan, Senin (09/03/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan survei nasional tahun 2025, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia meningkat sebesar 0,28 persen. Bahkan, data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai 5,8 juta orang pada tahun 2025.
Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan karena dapat merusak generasi muda, khususnya generasi milenial di Kota Medan dan Sumatera Utara.
"Penyalahgunaan narkoba dapat merusak generasi penerus bangsa karena zat adiktif tersebut menghancurkan saraf otak. Jika dibiarkan, tentu akan berdampak pada hilangnya suatu generasi bangsa atau lost generation di masa depan," jelasnya.
Kyai Khambali yang juga merupakan pengurus Dewan Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menilai narkoba juga dapat digunakan sebagai alat perang non-militer atau perang asimetris untuk melemahkan suatu negara.
Karena itu, ia mendukung penuh langkah tegas Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, dalam memberantas peredaran narkoba.
"Saya selaku pengasuh Majelis Sholawat Nurul Wathon sangat mendukung program dan strategi Kapolrestabes Medan yang sangat tegas dan terukur. Siapa pun yang membekingi pelaku dan pengguna narkoba harus ditindak tegas," tegasnya.
Langkah tersebut juga disebut mendapat dukungan penuh dari Kapolda Sumatera Utara, Whisnu Hermawan Februanto, yang dinilai serius dalam memerangi jaringan narkotika di wilayah Sumatera Utara.
Menurut
Kyai Khambali, pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat. Ia juga menilai kerja sama internasional dalam memerangi narkoba masih belum optimal dan tidak menutup kemungkinan adanya upaya pihak tertentu untuk melemahkan Indonesia melalui peredaran narkotika.
"Karena itu kita harus bersatu memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa," pungkasnya.rel