Sabtu, 20 Juni 2026

Jalan Keluar Krisis Produktivitas di Sektor Kelautan, Andi Yuslim Patawari Dorong Ekonomi Biru Berbasis Sains

Administrator
Sabtu, 20 Juni 2026 12:06 WIB
Jalan Keluar Krisis Produktivitas di Sektor Kelautan, Andi Yuslim Patawari Dorong Ekonomi Biru Berbasis Sains
MAKASSAR- Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari memaparkan konsep Ekonomi Biru berbasis sains dalam SYMARFISH 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar. Dia menilai sektor kelautan dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Andi Yuslim hadir sebagai pembicara nasional dalam Simposium Nasional XIII dan Internasional IX Kelautan dan Perikanan. Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sektor maritim.

"Indonesia tidak bisa terus bergantung pada ekspor komoditas mentah. Kita harus membangun ekonomi berbasis inovasi, teknologi, dan hilirisasi agar produktivitas nasional meningkat," kata Andi Yuslim Patawari saat diwawancarai usai acara, sabtu (20/6/26).

*Ekonomi Biru Jadi Mesin Pertumbuhan Baru*

Baca Juga:
Dalam paparannya, pria yang kerap disapa AYP ini menyoroti tantangan deindustrialisasi dini dan stagnasi produktivitas yang dihadapi Indonesia. Dia menyebut kondisi tersebut memerlukan strategi pembangunan yang berorientasi pada nilai tambah.

Menurut dia, Ekonomi Biru berbasis sains mampu mendorong transformasi sektor kelautan melalui teknologi, riset, dan digitalisasi. Pendekatan itu juga membuka peluang lahirnya industri baru dengan daya saing global.

"Kita memiliki sumber daya laut yang sangat besar. Tantangannya bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan kemampuan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi," ujarnya.

*Hilirisasi Kelautan Perkuat Ketahanan Pangan*

Baca Juga:
Andi Yuslim Patawari menjelaskan pemanfaatan smart fisheries, bioteknologi kelautan, dan industrialisasi terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi produksi. Langkah tersebut juga memperkuat rantai pasok pangan berbasis protein laut.

Dia menilai ketahanan pangan harus dibangun melalui peningkatan ketersediaan, aksesibilitas, kualitas, dan stabilitas pangan secara bersamaan. Karena itu, sektor kelautan perlu ditempatkan sebagai fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

"Kami mendorong kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat pesisir. Sinergi itu penting agar inovasi kelautan dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," tuturnya.

Andi Yuslim berharap gagasan Ekonomi Biru berbasis sains dapat menjadi bagian dari arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dia juga mendorong penguatan riset, hilirisasi, dan digitalisasi sektor kelautan agar mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ephorus HKBP Victor Tinambunan : Perayaan Natal Nasional 2025 Sederhana dan Berdampak

Ephorus HKBP Victor Tinambunan : Perayaan Natal Nasional 2025 Sederhana dan Berdampak

Urgent! DPD PDI Perjuangan Desak Penetapan Keadaan Darurat Bencana Nasional

Urgent! DPD PDI Perjuangan Desak Penetapan Keadaan Darurat Bencana Nasional

Tokoh Lintas Sumatera Minta Presiden Tetapkan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

Tokoh Lintas Sumatera Minta Presiden Tetapkan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

Ini Daftar 40 Nama Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Ini Daftar 40 Nama Penerima Gelar Pahlawan Nasional

PB Pendawa Indonesia Audiensi ke Sekretariat Kabinet RI, Perkenalkan Eksistensi di Tingkat Nasional

PB Pendawa Indonesia Audiensi ke Sekretariat Kabinet RI, Perkenalkan Eksistensi di Tingkat Nasional

Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution: Kalau Pertahanan Pangan Kita Kuat, Maka Ekonomi Kita Mapan

Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution: Kalau Pertahanan Pangan Kita Kuat, Maka Ekonomi Kita Mapan

Komentar
Berita Terbaru