Kamis, 12 Maret 2026
Marhaban ya Ramadhan

*Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur*

Administrator
Kamis, 12 Maret 2026 16:23 WIB
*Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur*
Istimewa

Medan - Haji Yuslin Siregar sudah 22 hari tanpa putus setiap hari mengajak imam Masjid Agung Medan bersama ratusan jamaah mendoakan para donatur pada saat menjelang berbuka puasa bersama.

Rutinitas yang berlangsung sepanjang Ramadan itu mungkin tampak sederhana, tetapi sesungguhnya memuat pesan penting tentang bagaimana sebuah institusi keagamaan menjaga kehormatan, amanah, dan keberlanjutan tradisi berbagi di tengah masyarakat.

Sebagai Sekretaris Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, H. Yuslin Siregar tidak hanya berperan sebagai pengelola kegiatan. Ia juga menjadi penghubung moral antara para dermawan dan jamaah.

Di hadapan ratusan bahkan ribuan jamaah yang hadir setiap sore untuk berbuka puasa bersama—rata-rata lebih dari 600 orang setiap hari dan dapat melampaui 1.000 jamaah pada akhir pekan—Yuslin secara konsisten menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah menginfakkan sebagian rezekinya demi kelancaran kegiatan Ramadan di masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tersebut.

Tradisi ini bukan sekadar formalitas. Setiap menjelang azan Magrib, para imam Masjid Agung Medan secara bergantian memimpin doa, memohonkan keberkahan bagi para dermawan: agar mereka diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, kebahagiaan keluarga, serta perlindungan dari Allah SWT.

Baca Juga:
Para donatur yang selama ini mendukung kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan berasal dari berbagai kalangan. Di antaranya H Musa Idishah atau yang dikenal sebagai Dodi Anif, H Indra Utama, H Teuku Soelaiman, H Yuslin Siregar, HT Dzulmi Eldin, H Suhardi Aroma, H Aldi Subartono, H Muslim Siregar, H Chandra Lubis, dan H Azis Balatif. Sementara itu keluarga almarhum H Raja Inal Siregar turut berkontribusi dengan menyediakan donasi air mineral dalam jumlah besar bagi jamaah.

Dukungan para dermawan tersebut memungkinkan terlaksananya program berbuka puasa bersama sepanjang Ramadan yang menghadirkan suasana kebersamaan di Masjid Agung Medan.

Bahkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, kenaziran juga menyiapkan makan sahur bagi jamaah yang melaksanakan iktikaf pada malam-malam ganjil. Makanan sahur berupa nasi bungkus yang disiapkan dari salah satu restoran ternama di Kota Medan ini menjadi bentuk pelayanan nyata bagi jamaah yang datang beribadah hingga dini hari.

Diperkirakan selama empat malam iktikaf tersebut jumlah jamaah dapat mencapai sekitar 5.000 orang.

Baca Juga:
Dalam perspektif sosial keagamaan, sikap yang ditunjukkan Yuslin Siregar sesungguhnya mencerminkan etika kepemimpinan yang penting dalam pengelolaan rumah ibadah.

Penghormatan kepada para dermawan tidak dimaknai sebagai bentuk pengagungan kepada individu, melainkan sebagai pengakuan atas peran kolektif umat dalam memakmurkan masjid.

Tradisi ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan sedekah dan infak sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Yang menarik, dalam proses penggalangan dana, Yuslin Siregar tidak hanya mengajak orang lain untuk berinfak. Ia memulai dari dirinya sendiri dengan memberikan kontribusi terlebih dahulu, sebuah sikap keteladanan yang sering kali menjadi kunci tumbuhnya kepercayaan.

Dalam banyak tradisi kepemimpinan, teladan personal memang memiliki daya persuasi yang jauh lebih kuat dibanding sekadar imbauan.

Karena itu, apa yang berlangsung di Masjid Agung Medan selama Ramadan ini tidak hanya tentang kegiatan berbuka puasa bersama atau penyediaan makan sahur bagi jamaah iktikaf.

Lebih dari itu, ia memperlihatkan bagaimana solidaritas sosial umat dapat terbangun melalui penghargaan terhadap kebaikan, keteladanan dalam memberi, dan doa yang dipanjatkan bersama.

Di tengah kehidupan modern yang sering kali diwarnai sikap individualistik, praktik sederhana seperti mendoakan para dermawan di hadapan jamaah menjadi pengingat bahwa keberadaan masjid tetap bertumpu pada semangat kebersamaan. Dan selama semangat itu dijaga, masjid tidak hanya akan menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
RAMADHAN KELIMA, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK WARGA JALAN MANDALA MEDAN DENAI

RAMADHAN KELIMA, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK WARGA JALAN MANDALA MEDAN DENAI

RAMADHAN KEEMPAT, BAKOPAM SUMUT BAGIKAN PAKET SEMBAKO UNTUK WARGA MEDAN DAN DELI SERDANG

RAMADHAN KEEMPAT, BAKOPAM SUMUT BAGIKAN PAKET SEMBAKO UNTUK WARGA MEDAN DAN DELI SERDANG

Ketua Bakopam Sumut Ibnu Hajar SE : Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Ketua Bakopam Sumut Ibnu Hajar SE : Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan 1447 H

UNPAB Berbagi Paket Ramadhan Bahagia Bersama Civitas Akademika

UNPAB Berbagi Paket Ramadhan Bahagia Bersama Civitas Akademika

Jelang Ramadhan 2026, Sekda Bersama OPD Tanjungbalai Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Kemendagri

Jelang Ramadhan 2026, Sekda Bersama OPD Tanjungbalai Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Kemendagri

Diakhir Ramadan 1446 H, Ketua Pewarta Berbagi Sembako di Jumat Barokah

Diakhir Ramadan 1446 H, Ketua Pewarta Berbagi Sembako di Jumat Barokah

Komentar
Berita Terbaru