Langit pagi itu terasa berbeda. Seolah ada yang hilang, ada yang terlepas dari kehidupan, namun jejaknya begitu dalam tertinggal di hati. Orang baik itu, Mhd Husni, telah lebih dulu memenuhi panggilan Allah SWT.
Tak pernah terbayang pertemuan pada 6 Februari 2026 menjadi salah satu momen terakhir. Di sudut CBD Jakarta Selatan, kami masih duduk bersama. Ngopi seperti biasa. Tertawa seperti biasa. Berbagi cerita tentang mimpi, tentang keluarga, tentang masa depan. Bahkan beliau sempat menyenandungkan tembang lagu kesayangannya—dengan suara penuh perasaan, seperti selalu. Tidak ada tanda perpisahan. Tidak ada firasat. Hanya kebersamaan yang terasa begitu hangat.
Itulah Husni yang saya kenal. Sederhana dalam sikap, besar dalam hati. Sosok yang ringan tangan tanpa diminta, hadir tanpa banyak kata, membantu tanpa ingin dipuji. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab, beliau tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan bersahaja.
Sahabat yang tak pernah absen ketika dibutuhkan.
Sebagai CEO Sumut24 Group, saya kehilangan bukan hanya seorang relasi, tetapi seorang sahabat karib. Tempat berbagi pikiran. Tempat bertukar tawa. Tempat menguatkan saat lelah. Kepergiannya menyisakan ruang kosong yang tak mudah tergantikan.
Namun saya percaya, orang-orang baik tidak benar-benar pergi. Kebaikannya tinggal. Senyumnya tinggal. Doanya tinggal. Dan kenangan tentangnya akan terus hidup di hati kami yang pernah merasakan tulusnya persahabatan.
Ya Allah, tempatkanlah sahabat kami di tempat terbaik di sisi-Mu. Lapangkan kuburnya, terangilah alamnya, dan jadikan seluruh kebaikannya sebagai cahaya yang tak pernah padam. Aamiin.
Salam rindu dan doa,
Anto Genk
Sahabat karibnya
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News