Oleh : H Syahrir Nasution
Peringatan Hari
Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten mengusung sebuah tema besar yang layak menjadi renungan bersama: "
Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat."
Tema ini bukan sekadar rangkaian kata indah dalam seremoni tahunan, tetapi mengandung pesan strategis tentang arah masa depan Indonesia dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Tiga komponen tersebut—pers, ekonomi, dan ke
kuatan bangsa—bukanlah unsur yang berdiri sendiri. Ketiganya saling terkait erat, membentuk fondasi utama bagi negara yang ingin maju, mandiri, dan bermartabat.
Pers Sehat: Nafas Demokrasi yang Tak Boleh Tersumbat
Pers yang sehat adalah pers yang merdeka, profesional, kritis, namun tetap berpijak pada etika dan kepentingan publik.
Pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi penjaga akal sehat bangsa.
Di tengah derasnya arus disinformasi, hoaks, dan polarisasi sosial, pers dituntut hadir sebagai penerang, bukan sekadar pengeras suara kekuasaan atau alat propaganda kelompok tertentu.
Pers sehat berarti:
berani mengungkap kebenaran,
independen dari tekanan modal dan politik,
berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan sempit.
Tanpa pers yang sehat, demokrasi hanya akan menjadi formalitas.
Ekonomi Berdaulat: Kunci Kemandirian Nasional
Ekonomi berdaulat menegaskan bahwa bangsa ini tidak boleh terus-menerus bergantung pada pihak luar, baik dalam sektor pangan, energi, maupun industri strategis.
Bangsa yang ekonominya dikendalikan oleh kepentingan asing atau oligarki internal akan sulit berdiri tegak.
Kedaulatan ekonomi berarti negara harus mampu:
mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat,
melindungi usaha kecil dan menengah,
menciptakan sistem ekonomi yang adil dan berkeadaban.
Kemerdekaan politik tidak akan sempurna tanpa kemerdekaan ekonomi.
Bangsa Kuat: Buah dari
Pers dan Ekonomi yang Sehat
Bangsa yang
kuat bukan hanya diukur dari ke
kuatan militer atau pembangunan fisik semata, tetapi dari kualitas moral, persatuan sosial, serta ketahanan rakyatnya.
Bangsa
kuat lahir dari masyarakat yang:
cerdas karena informasi yang benar,
sejahtera karena ekonomi yang adil,
bersatu karena kepercayaan pada institusi negara.
Jika pers sakit dan ekonomi rapuh, maka bangsa akan mudah dipecah, mudah dikendalikan, dan sulit maju.
HPN 2026: Momentum Membuktikan, Bukan Sekadar Mengulang Slogan
Tema HPN 2026 ini secara implisit menegaskan bahwa ketiga pilar tersebut harus diwujudkan secara nyata, bukan hanya menjadi jargon tahunan.
"
Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat" adalah seruan agar seluruh elemen bangsa—pemerintah, insan pers, pelaku ekonomi, dan masyarakat—bersinergi menjaga Indonesia tetap berada pada jalur kebenaran, kemandirian, dan ke
kuatan nasional.
Hari
Pers Nasional harus menjadi pengingat bahwa pers bukan pelengkap negara, melainkan salah satu penentu arah bangsa.
Karena pada akhirnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang persnya merdeka, ekonominya mandiri, dan rakyatnya
kuat.***