Sabtu, 31 Januari 2026

Wali Kota Medan Buka Festival Gebyar Salawat Antar Masjid se-Kota Medan

Administrator
Sabtu, 31 Januari 2026 13:59 WIB
Wali Kota Medan Buka Festival Gebyar Salawat Antar Masjid se-Kota Medan
Istimewa

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Festival Gebyar Salawat antar Masjid Perwakilan Kecamatan se-Kota Medan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Quatul Muslim, Medan, Sabtu (31/1/2026).
Festival yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Medan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat persatuan umat di Kota Medan.
Pembukaan festival turut dihadiri unsur Forkopimda dan pemerintah wilayah, di antaranya Kapolres Medan yang diwakili Kapolsek Medan Kota Fetyawan, SH, Camat Medan Kota dan Camat Medan Area, Kapolsek Medan Area yang diwakili Wakapolsek AKP Imanuel Sembiring, Danramil 04 Medan Kota yang diwakili Kapten Inf P. Siregar, Camat Medan Kota Sutan Fauzi Arief Lubis, S.STP, M.Si, Lurah Pasar Merah Timur Karim Surbakti, Ketua MUI Kota Medan Dr Ahmad Suhaimi, MA, Manager CIMB Niaga Syariah Cabang Ring Road Syaufi Nasution, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan peserta festival dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Medan yang dibacakan Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dr Adlan, S.Pd, MM, Rico Waas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Gebyar Salawat sebagai bentuk syiar Islam yang menyejukkan dan memperkuat nilai spiritual masyarakat.
"Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah antar masjid dan antar kecamatan. Melalui lantunan salawat, kita diajak meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Pemerintah Kota Medan juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak, mulai dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Kemakmuran Masjid (BKM), unsur kecamatan dan kelurahan, hingga komunitas masyarakat yang terlibat aktif menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Rico Waas, pembangunan Kota Medan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus diiringi penguatan moral dan spiritual masyarakat. Sinergi antara pemerintah, masjid, dan umat dinilai menjadi kunci mewujudkan Medan yang religius, inklusif, dan harmonis.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba dan praktik judi online yang dinilai merusak sendi kehidupan keluarga dan sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menyambut Ramadan dengan hati bersih, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial.
"Festival Gebyar Salawat diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin Kota Medan dalam memperkuat nilai keislaman serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap masjid sebagai pusat pembinaan umat dan persatuan sosial. Ini sejalan dengan visi menjadikan Medan kota yang inklusif, bertuah, maju, dan berkelanjutan," tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Drs H Rivai Nasution, MM menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Gebyar Salawat Medan.
Ia menyebutkan kegiatan yang digelar di halaman Masjid Quatul Muslimin tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BKM, unsur akademisi, kecamatan dan kelurahan, hingga dukungan mitra dan sponsor.
"Ini bukan sekadar seremoni, tetapi media syiar Islam untuk mengagungkan Rasulullah SAW serta mempererat silaturahmi antar jemaah dan masyarakat," kata Rivai.
Ia berharap Festival Salawat Medan dapat terus dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan, serta dijadikan agenda tahunan agar semakin dikenal dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Manager CIMB Niaga Syariah Cabang Ring Road, Syaufi Nasution, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan syiar Islam dan pengembangan ekonomi syariah.
Dalam kesempatan itu, CIMB Niaga Syariah turut menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial.
"Festival ini sejalan dengan upaya mendorong literasi dan penguatan ekonomi syariah di tengah masyarakat," ujarnya.
Selain kegiatan keagamaan, Festival Gebyar Salawat Medan juga dirangkai dengan berbagai perlombaan yang akan berlangsung selama dua hari, sebagai sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan umat menjelang Ramadan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gebyar Pajak Bapenda Sumut Disebut Lebih Banyak Mudaratnya, Aktivis: Mending Uangnya Buat Pemulihan Pascabencana

Gebyar Pajak Bapenda Sumut Disebut Lebih Banyak Mudaratnya, Aktivis: Mending Uangnya Buat Pemulihan Pascabencana

Komentar
Berita Terbaru