Binjai — Kondisi kebersihan Kota Binjai menuai sorotan tajam dari warga. Tumpukan sampah rumah tangga dilaporkan kian marak akibat armada pengangkut sampah yang jarang beroperasi, khususnya di kawasan permukiman. Situasi ini terjadi di wilayah Titi Besi, perbatasan Binjai Barat dan Binjai Utara, tepatnya di Jalan Labu.
Seorang warga Binjai, Syahrir Nasution, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kota yang dinilai semakin kumuh selama kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat ini. Menurutnya, pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak berjalan optimal, sehingga sampah rumah tangga menumpuk dan mencemari lingkungan.
"Inilah kondisi Kota Binjai sekarang. Truk sampah sudah jarang mengangkut sampah, terutama di perumahan. Kami minta perhatian serius dari Pemerintah Kota Binjai dan seluruh elemen masyarakat," ujar Syahrir, Rabu (21/1).
Ia juga menyindir slogan "Binjai Bersih" yang terpampang pada armada-armada DLH lengkap dengan gambar kepala daerah. Menurutnya, slogan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Bahkan, beredar informasi bahwa keuangan DLH saat ini dalam kondisi tidak sehat.
"Kalau melihat fakta di lapangan, ikon Kota Binjai seolah berubah menjadi 'amat jijik'. Apa yang disebut bersih itu perlu dipertanyakan warga," tegasnya.
Syahrir menambahkan, masih banyak kawasan permukiman perkotaan yang luput dari perhatian pemerintah, termasuk lingkungan padat penduduk dan area yang disebut sebagai "hutan kota" tersembunyi yang justru dipenuhi sampah.
Ia menilai, wajah Kota Binjai yang tampak rapi hanya sebatas di kawasan depan kantor pemerintahan dan tanah lapang. Sementara itu, kondisi kampung-kampung dan lorong-lorong jauh dari kata layak.
"Binjai yang bagus hanya di depan kantor kota. Coba masuk ke kampung-kampung atau lorong, kondisinya amburadul," pungkasnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Binjai segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah serta memastikan pelayanan kebersihan berjalan merata, bukan hanya demi citra, tetapi demi kesehatan dan kenyamanan masyarakat.red