Langkat – Sebanyak 99 anggota Satuan Tugas (Satgas) Satria
Pendawa Indonesia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) fisik dan kanuragan yang digelar selama dua hari di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangun kekompakan, kedisiplinan, serta penguatan fisik dan mental anggota Satgas.
Diklat Satgas Satria
Pendawa tersebut dikoordinir oleh Dody Susilo selaku penanggung jawab lapangan. Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi dasar, meliputi pelatihan kedisiplinan, pembinaan mental, penguatan fisik, serta kanuragan sebagai bekal dalam menjalankan tugas-tugas organisasi di tengah masyarakat.
Pendiri sekaligus Ketua Umum PB
Pendawa Indonesia, H. Ruslan, SH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Diklat Satgas Satria
Pendawa Indonesia. Ia berharap, melalui kegiatan ini, para anggota Satgas dapat memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, disiplin, solid, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persaudaraan.
"Dengan mengikuti
diklat ini, saya berharap anggota Satgas
Pendawa semakin matang secara mental dan fisik, serta mampu menjaga marwah organisasi dengan penuh tanggung jawab," ujar H. Ruslan, Selasa (20/1).
Lebih lanjut, H. Ruslan menjelaskan bahwa setelah seluruh rangkaian
diklat selesai, para anggota Satgas akan mengikuti prosesi pembaretan berupa penyematan baret merah. Selain itu, peserta juga akan menerima sertifikat dasar Diklat Satgas
Pendawa serta melaksanakan sumpah dan janji sebagai Satgas Satria
Pendawa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ruslan turut menyampaikan semboyan yang menjadi spirit perjuangan Satgas Satria
Pendawa, "Nek wani ojo wedi-wedi, nek wedi ojo wani-wani. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung.
Pendawa… Satria, Satria…
Pendawa. Salam paseduluran."
Kegiatan
diklat ini diharapkan dapat memperkuat peran Satgas Satria
Pendawa sebagai garda terdepan organisasi dalam menjaga solidaritas, kedisiplinan, serta pengabdian kepada masyarakat.red