Medan — Banyaknya warga korban banjir bandang yang hingga kini belum tersentuh bantuan akibat kondisi wilayah yang terisolir, menjadi perhatian serius Badan Koordinasi Pemuda Muslim (BAKOPAM) Sumatera Utara. Situasi ini dinilai sangat memprihatinkan, terlebih banyak masyarakat masih bertahan dalam kondisi serba kekurangan.Ketua Umum BAKOPAM Sumut,
Ibnu Hajjar, SE, usai rapat persiapan penyaluran donasi pada Sabtu (06/12), mengungkapkan bahwa lambatnya distribusi bantuan turut memperparah kondisi korban. Dari hasil pantauan langsung ke beberapa lokasi terdampak, BAKOPAM mencatat masih banyak korban yang kesulitan mendapatkan makanan, air bersih, hingga fasilitas sanitasi.> "Kondisinya benar-benar memperihatinkan dan membuat kita ikut menangis. Sanitasi air bersih dan makanan sangat sulit. Aroma bangkai sudah bercampur dengan lumpur, sementara para korban masih hidup dalam genangan lumpur meski bencana sudah hampir dua minggu berlalu," ujar
Ibnu Hajjar.
Ibnu, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan sedekah Jumat, berharap para dermawan dapat meningkatkan empati serta kepedulian dalam membantu para korban banjir bandang yang sangat membutuhkan uluran tangan.BAKOPAM Sumut dalam waktu dekat juga akan kembali menyalurkan bantuan melalui posko yang telah dibuka. Mereka mengajak masyarakat luas, para donatur, hingga lembaga sosial untuk ikut berpartisipasi.---BAKOPAM PEDULI – BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA ALAMBentuk bantuan:• Paket sembako• Kebutuhan dasar lainnya• Bantuan logistik daruratPenyaluran donasi dapat melalui rekening:BANK SUMUTNo. Rek: 11102040195610A/n: BAKOPAM Sumatera UtaraBank MandiriNo. Rek: 1060009796502A/n:
Ibnu Hajar"Atas kerjasama dan bantuannya kami ucapkan terima kasih," tutup
Ibnu.Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News