Selasa, 17 Februari 2026

Laksdya Edwin Apresiasi Kontribusi JMSI Perkuat Wawasan Kebangsaan

Administrator
Jumat, 19 September 2025 16:31 WIB
Laksdya Edwin Apresiasi Kontribusi JMSI Perkuat Wawasan Kebangsaan
Istimewa

JAKARTA — Media massa berbasis internet atau media online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Dalam konteks wawasan kebangsaan, media online memainkan peran penting dalam menjaga dan mempromosikan nilai-nilai kebangsaan.

Demikian antara lain disampaikan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Laksamana Madya Edwin ketika menerima kunjungan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr. Teguh Santosa di ruang kerjanya, Kamis, 18 September 2025.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Dr. Teguh Santosa didampingi Ketua Harian JMSI Ari Rahman dan Ketua bidang Organisasi dan Keanggotaan Dr. Faisal Mahrawa.

Laksdya Edwin menilai media siber dapat digunakan untuk menyebarkan konten-konten positif yang berisi edukasi tentang wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila sehingga masyarakat dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa.

"Saya berterima kasih pada JMSI. Sebagai organisasi perusahaan pers, JMSI berkontribusi besar dalam pembinaan anggotanya. Kita semua menyadari bahwa jurnalisme berkualitas merupakan karakter penting dari perusahaan pers yang sehat dan profesional," ujar Laksdya Edwin.

Dia menambahkan, diskusi di ruang digital dapat membantu masyarakat memahami isu-isu nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Media siber juga dapat digunakan untuk mempromosikan inklusivitas dan toleransi antar berbagai latar belakang etnis, agama, dan budaya.

Dalam kesempatan itu, Teguh mengatakan, sejarah memperlihatkan bahwa masyarakat pers nasional merupakan komponen penting yang ikut melahirkan kesadaran kebangsaan Indonesia.

Teguh berharap, apa yang disebutnya sebagai "tugas suci" itu terus dipertahankan anggota JMSI.

Usai pertemuan, Teguh menyerahkan empat buku yang ditulisnya kepada Laksdya Edwin. Keempat buku itu adalah "Di Tepi Amu Darya" yang berisi kumpulan reportase dari perbatasan Afghanistan tahun 2001. Lalu "Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik" dan "Buldozer dari Palestina" yang berisi wawancara dengan puluhan duta besar negara sahabat Indonesia di Jakarta.

Sementara buku keempat adalah "Reunifikasi Korea: Game Theory" yang diangkat dari disertasinya di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
HUT JMSI ke-6 dan HPN 2026 di Inhu, Sekda Zulfahmi: JMSI Mitra Strategis Pemerintah Daerah

HUT JMSI ke-6 dan HPN 2026 di Inhu, Sekda Zulfahmi: JMSI Mitra Strategis Pemerintah Daerah

Merdeka Institute dan JMSI Bersinergi Tingkatkan SDM Media

Merdeka Institute dan JMSI Bersinergi Tingkatkan SDM Media

Malam Anugerah JMSI "Dahnil Anzar Simanjuntak: JMSI Harus Melahirkan Wartawan Intelektual"

Malam Anugerah JMSI "Dahnil Anzar Simanjuntak: JMSI Harus Melahirkan Wartawan Intelektual"

Wamen HAM: JMSI Harus Jadi Bagian dari Pelaksanaan Tanggung Jawab Negara

Wamen HAM: JMSI Harus Jadi Bagian dari Pelaksanaan Tanggung Jawab Negara

Rakornas JMSI Bersama Pengda se-Indonesia Perkuat Konsolidasi Organisasi

Rakornas JMSI Bersama Pengda se-Indonesia Perkuat Konsolidasi Organisasi

JMSI Sumut Kecam Tindakan Manajemen Radja yang Main Ancam Terkait Pemberitaan!

JMSI Sumut Kecam Tindakan Manajemen Radja yang Main Ancam Terkait Pemberitaan!

Komentar
Berita Terbaru